
Stroke adalah kondisi serius yang sering dipicu oleh kebiasaan buruk sehari-hari. Karena itu, memahami kebiasaan yang meningkatkan risiko stroke sangatlah penting untuk menjaga kesehatan. Namun, selain lebih mawas diri, mendapatkan penanganan dari dokter stroke terbaik juga dapat menjadi pilihan agar Anda bisa pulih lebih cepat.
Salah satu yang dapat Anda andalkan adalah RS Premier Bintaro yang mempunyai pusat stroke. Tentu saja, pusat layanan terpadu ini sudah dilengkapi dengan teknologi terkini dan dokter spesialis yang berpengalaman. Melalui layanan komprehensif yang disediakan, proses diagnosis dan perawatan bisa berjalan lebih tepat dan efektif.
Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Stroke
Halodoc menjelaskan bahwa, stroke terjadi ketika aliran darah menuju otak terhambat, baik akibat sumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Lantas, apa saja kebiasaan yang dapat memicu stroke? Berikut uraiannya.
1. Mengonsumsi Alkohol Berlebih
Kebiasaan minum alkohol dalam jumlah besar dan dilakukan setiap hari berpotensi meningkatkan tekanan darah, hingga memperburuk kondisi pembuluh darah. Alkohol juga dapat meningkatkan kolesterol dan risiko pembekuan darah.
2. Kontrol Stres yang Rendah
Stres yang tidak terkendali bisa memicu pelepasan hormon tertentu yang menyebabkan tekanan darah naik. Jika berlangsung dalam jangka waktu lama, hal ini akan melemahkan pembuluh darah dan meningkatkan peluang terjadinya sumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak.
3. Kebiasaah Merokok
Kandungan bahan kimia dalam rokok dapat mengakibatkan kerusakan pembuluh darah, membuat darah lebih kental, dan mempercepat timbulnya plak penyumbat. Hal tersebut akan menghambat aliran darah ke otak dan menaikkan risiko terjadinya stroke.
4. Tidak Cukup Aktivitas Fisik
Kebiasaan yang meningkatkan risiko stroke berikutnya adalah tidak cukup bergerak atau beraktivitas fisik. Kebiasaan ini dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung dan menghambat kelancaran sirkulasi darah. Namun, melansir dari laman Myoona, olahraga yang terlalu intens tanpa istirahat cukup pun dapat meningkatkan risiko stroke.
Selain itu, kurangnya aktivitas fisik juga meningkatkan risiko obesitas, di mana kelebihan berat badan akan lebih mudah mendatangkan banyak penyakit. Salah satunya adalah diabetes yang berpeluang mendatangkan berbagai penyakit lainnya.
5. Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan Cepat Saji
Fast food memang memanjakan lidah, namun di balik itu juga tersimpan kadar garam, gula, dan lemak jenuh yang cukup tinggi. Garam yang berlebihan sendiri akan memicu hipertensi, sedangkan lemak jenuh bisa meningkatkan kolesterol.
Perpaduan kedua faktor tersebut dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya sumbatan pembuluh darah yang memicu stroke.
Sudah Tahu Apa Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Stroke?
Mengubah kebiasaan yang meningkatkan risiko stroke adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Melalui pola hidup yang lebih sehat dan teratur, Anda bisa menurunkan peluang terkena stroke secara signifikan.
Namun, jika membutuhkan pemeriksaan lanjutan, dokter stroke terbaik dari RS Premier Bintaro dapat menjadi pilihan. Selain layanan profesional dari tim medis berpengalaman, terdapat berbagai layanan unggulan yang sudah didukung oleh teknologi modern. Tindakan pengobatan pun lebih maksimal demi pemulihan Anda!