Breaking News

Fase menstruasi pada wanita adalah hal yang selalu terjadi ketika anda mengalami menstruasi. Walau terkadang siklus wanita bisa berbeda-beda ada yang lebih cepat dan lebih lambat dari 21 sampai 35 hari. Sepasang siklus tersebut tak banyak yang tahu bahwa ada proses yang bertahap di dalam rahim.

Apa saja fase-fase menstruasi di dalam tubuh wanita yang perlu dikenal?

1. Fase Menstruasi

Fase menstruasi adalah sebuah tahap pertama dari siklus haid setiap bulannya, fase satu ini dimulai ketika sel telur yang dikeluarkan dari ovarium tidak dibuahi dan hal tersebut membuat kadar estrogen dan progesteron menjadi turun.

Adapun lapisan rahim yang telah menebal dan telah dipersiapkan untuk mendukung kehamilan juga tak lagi dibutuhkan. Untuk itu lapisan rahim ini luruh dan keluar dalam bentuk darah yang biasa disebut dengan haid. Perlu diketahui bahwa selain darah vagina juga akan mengeluarkan lendir.

Pada fase ini anda yang mengalami menstruasi akan mengalami berbagai jenis gejala seperti kram perut, payudara terasa kencang dan nyeri, perut kembung, mood atau suasana hati mudah berubah, menjadi mudah marah, sakit kepala, merasa lemas dan cepat lelah, serta sakit pinggang.

Dalam satu siklus yang satu ini menstruasi rata-rata berlangsung selama 3 sampai 7 hari, walau sebagai wanita juga dapat mengalami haid lebih dari 7 hari.

2. Fase Folikuler (Pra Ovulasi)

Fase pra ovulasi dimulai dari hari pertama haid dan disaat itu pula hormon perangsang folikel mulai meningkat.

Hormon ini bertugas untuk mendorong kelenjar hipofisis untuk menghasilkan peningkatan kadar hormon Lutein dan fsh. Fsh sendiri bertugas merangsang indung telur menghasilkan 5 sampai 20 kantong kecil yang disebut dengan folikel.

Setiap folikel mengandung sel telur yang belum matang dalam prosesnya hanya sel telur yang paling sehat dan akhirnya matang. Adapun terdapat sisa folikel yang kembali diserap ke dalam tubuh, dan terdapat folikel matang, folikel matang akan memicu lonjakan estrogen

Lapisan rahim yang menebal akan dikondisikan untuk menciptakan lingkungan kaya nutrisi bagi embrio agar tumbuh lebih sehat. Fase ini berlangsung sekitar 11 sampai 27 hari tergantung pada siklus bulanan yang anda miliki Dan umumnya wanita mengalaminya 16 hari.

3. Fase Ovulasi

Fase selanjutnya adalah fase ovulasi yakni meningkatnya kadar estrogen selama fase folikel atau praovulasi sehingga memicu kelenjar pituitari untuk melepaskan hormon luteinizing. Di Fase ini proses ovulasi dimulai yang biasa terjadi di pertengahan siklus yakni sekitar 2 minggu sebelum menstruasi.

Ovulasi sendiri adalah proses ketika ovarium melepaskan satu sel telur yang telah matang dan kemudian telur ini bergerak ke tuba falopi menuju rahim untuk dibuahi oleh sperma. Masa hidup sel telur biasanya sekitar 24 jam untuk sampai bertemu sperma.

Adapun fase ovulasi adalah satu-satunya kesempatan terbaik sepanjang siklus menstruasi untuk Anda berkesempatan hamil karena setelah 24 jam sel telur yang tidak bertemu sperma akan mati. Saat ovulasi wanita biasanya mengalami keputihan kental dan lengket berwarna bening seperti putih telur.

4. Fase Luteal

Fase menstruasi selanjutnya adalah fase luteal yang ketika folikel melepaskan telurnya bentuknya berubah menjadi korpus luteum. Korpus luteum kemudian akan melepaskan hormon progesteron dan estrogen sehingga terdapat peningkatan hormon di fase keempat menstruasi.

Tentunya hormon tersebut berfungsi untuk menjaga lapisan rahim tebal dan siap untuk ditanamkan telur yang telah dibuahi. Apabila anda positif hamil maka tubuh akan menghasilkan human chorionic gonadotropin yang membantu menjaga korpus luteum dan menjaga lapisan rahim tetap tebal.

Namun lain halnya jika anda tidak hamil maka korpus luteum akan menyusut dan diserap kembali oleh lapisan rahim. Kemudian kadar estrogen dan progesteron akan perlahan menurun membuat lapisan rahim akhirnya terlepas dan meluruh, di Fase ini anda akan mengalami gejala PMS atau sindrom.

Berbagai jenis gejala akan anda alami seperti perut kembung, payudara membengkak dan terasa sakit, suasana hati mudah berubah, berat badan bertambah, merasa ingin terus makan, sulit tidur dan sakit kepala. Fase ini berlangsung selama 11 hingga 17 hari namun rata-rata wanita mengalami 14 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share Article: